Selasa, 15 April 2014
Sudut pandang
SUDUT PANDANG
Terkadang tanpa disadari, kita sering berpikir atas apa yang terlihat dari mata dan hati kita sendiri. Sebagai contoh, jika terdapat sebuah baju yang tergeletak dijalanan yang kotor, seorang yang kaya akan berpikir untuk tidak mengambilnya. Walaupun baju itu tidak terlihat kotor, namun tetap saja tergeletak ditempat yang kotor. Berbeda dengan seorang yang tidak mampu, dia akan berpikir bahwa Tuhannya telah memberinya rezeki tak disangka-sangka. Dia mendapat sebuah baju dari jalanan, karena hidupnya merasa kekurangan, mendapat sebuah baju pun menjadi sebuah rezeki yang menggembirakan. Kemudian bagi orang yang biasa saja, akan berpikiran bahwa baju tersebut adalah milik orang lain yang mungkin menjatuhkannya, jadi dia tidak berhak mengambilnya.
Dari sepotong cerita diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki pandangannya masing-masing. Hanya dalam kasus kecil, bisa mendapat beberapa persepsi berbeda dari orang yang berbeda. kepemilikan pandangan masing-masing ini disebut cara pandang. Namun, ketika kita dapat melihat cara pandang orang lain, hal ini saya sebut sebagai sudut pandang. Mengapa begitu ? karena kita sendiri pun memiliki sudut pandang sendiri.
Saya dapat mengatakan bahwa Sudut pandang ini merupakan salah satu poin dari kedewasaan dan juga sebagai serpihan kebijakan. Orang yang memiliki sudut pandang yang luas kepada setiap masalah biasanya akan dapat memilih sebuah keputusan lebih bijak daripada yang lainnya.
Seorang pemimpin seharusnya memiliki sudut pandang yang luas. mengapa harus seperti itu?
Karena seorang pemimpin memiliki tugas untuk mengatur rakyatnya yang tentu saja lebih dari satu. Sehingga disini dia harus mengerti setiap sudut pandang rakyatnya masing-masing. Bayangkan bila seorang pemimpin hanya mengerti satu sudut pandang saja. Rakyat yang memiliki sudut pandang berbeda akan merasa bahwa dirinya tidak diadili
Kesimpulannya adalah.
"Seorang yang benar adalah seorang yang tidak hanya membenarkan dirinya saja, namun dia dapat melihat kebenaran yang dilihat oleh orang lain juga."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar